HOTLINE : 08-12345-42401 | BBM : 7A4FF017

Service Pompa air Jogja

 

Pompa air dapat di pilih  berdasarkan kebutuhan agar efisien dan efektif.
Pada dasarnya pembelian pompa air berdasarkan pada beberapa hal berikut ini


1. Kedalaman sumur sampai mencapai permukaan air dimusim kemarau
2. Ketinggian tampungan air yang ingin dicapai
3. Volume dan debit air yang diinginkan
4. Daya listrik yang tersedia di rumah anda

 service pompa air wilayah jogja    

 



saat pompa pertama kali dinyalakan, ia membutuhkan biaya untuk mengisi mesin sampai dua kali lipat dari konsumsi daya yang tertera karena itu
- Pastikan bahwa daya listrik yang tersambung pada pompa paling sedikit dua kali dari daya pompa tersebut
- Jika aliran listrik tidak stabil, usahakan menggunakan stabilizer.
- Usahakan di dalam jaringan listrik rumah sudah di pakai capasitor bank, agar jika terjadi lonjakan
   kebutuhan arus dapat diredam oleh kapasitor bank yang ada di dalam jaringan rumah.

lihat contoh spesifikasi pompa air

1. Max Capacity : 50 l / min
    artinya pada kinerja normal pompa ini mampu mengalirkan 50 liter air /menitnya
2. Suction lift : 11 m
    artinya pompa ini sanggup menyedot air dengan kedalam permukaan air 11 meter. Belokan yang ada
    sebelum masuk pompa juga di perhitungkan.
    Tapi biasanya kedalam maksimum akan menyebabkan air yang tersedot tidak efektif
3. Discharge head : 26 m
    artinya pompa ini mampu mengalirkan air sampai ketinggian 26 meter  4. Total Head : 36 m
    Total head = suction lift + discharge head
5. Pipe size : 1″
    Pipa yang digunakan untuk inlet maupun outlet pompa adalah 1″ (inchi)
6. Ouput : 100 W
    Tenaga listrik yang dibutuhkan pada keadaan normal adalah 100 watt
7. V / HZ / PH : 220/50/1
    untuk menjalankan pompa ini dibutuhkan tenaga listrik 200v dengan frekuensi 50 Hz
8. RPM : 2860
    Pompa ini berputar sebanyak 2850 kali per menitnya
service pompa air wilayah jogja   

 

 

   

1. Pompa Shallow / air dangkal (walaupun tertulis maksimal kedalaman sampai permukaan air = 9   
    meter, namun efektifnya hanya 8 meter)

2. Pompa Semi Jet Pump untuk Sumur dalam (walaupun tertulis maksimal kedalaman sampai permukaan air
    = 11 meter, namun efektifnya hanya 8-9 meter)
3. Pompa Jet Pump untuk Sumur sangat dalam (kedalaman sampai permukaan air 10-20 meter)
4. Submersible pump untuk sumur sangat-sangat dalam (kedalaman sampai permukaan air > 30 meter)

Lihatlah spesifikasi pompa yang menyatakan / daya hisap. Biasanya diukur dalam satuan meter

 service pompa air wilayah jogja    

 

untuk mematikan pompa secara otomatis, mana yang lebih baik memasang sistem pelampung ataukah sistem radar pada kran atau pengisi tampungan air??
lebih baik radar. Sistem ini mirip dengan mematikan stop kontak secara manual.
Cara kerja sistem radar: Saat tampungan air penuh maka tabung pemberat akan terangkat, switch juga ikut terangkat dan listrik akandiputus secara otomatis sehingga pompa mati. Saat air berkurang maka tabung pemberat akan menggantung dan switch otomatis akan menghidupkan pompa kembali. Anda perlu memodifikasi kabel listrik pompa untuk menghubungkannya dengan switch yang ada di tampungan air . Hanya saja harga sedikit mahal, ditambah lagi anda harus memasang instalasi listrik sampai ke toran. sistem pelampung ketika toran penuh pelampung yang mengapung akan menutup kran maka ada tekanan balik pada pompa yang menekan otomatis pada tekanan tertentu untuk mematikan arus listrik. saat air berkurang pelampung akan turun maka kran terbuka, tekanan air pada per pompa berkurang dan menghubungkan arus listrik kembali. Kelemahan sistem ini: Saat keran tertutup maka arus balik menuju pompa cukup kuat menekan akibatnya umur pressure switch / otomatis akan lebih pendek. Selain itu pelampung mudah bergoyang pada permukaan air yang bergelombang, pompa anda bisa hidup mati hidup mati dan juga lama-lama akan merusak as pelampung.

       

 

   

mengapa pompa air setiap mau saya pakai harus dipancing dulu dengan air ?
untuk pompa air dengan kondisi baru terpasang memang harus dipancing terlebih dahulu. Tetapi bila telah berjalan dan setiap kali masih harus dipancing maka perlu diperiksa pipa hisapnya, kemungkinan ada kebocoran dari sambungan pipa yang kurang merekat. Bisa pula karena tusen klem pada pompanya bocor atau tersumbat kotoran / pasir.

TIPS TIPS :

1. Sebaiknya pipa  (masuk) ke pompa memiliki diameter yang sama dengan spesifikasi pompa, agar air 

    yang terhisap dapat efisien, dan usahakan di lem (PVC) dengan baik , agar tidak ada udara luar yang 

    terhisap oleh pompa yang dapat menyebabkan pe-mompaan tidak maksimal. dan agar png pipa tersebut tidak 

    melebihi panjang daya hisap yang di miliki oleh pompa air

2. Biasanya spesifikasi volume air yang di cantumkan pada pompa adalah spesifikasi pada musim hujan

     jika dalam musim kemarau , maka volume / debit air yang di hasilkan hanya setengahnya dari 

    volume air yang tercantum.

3. Panjang pipa dan volume pemompaan berbanding terbalik, 

    misalnya Panjang pipa = 24 meter maka volume bisa 25 L/menit, 30 Meter bisa memompa 18    
    liter/menit,   36 meter bisa memompa 13 liter/menit dan seterusnya